Informasi Kampus
Home / Artikel / Seminar Kebangsaan “Pejuang Millenial dan Kesejahteraan Bangsa”

Seminar Kebangsaan “Pejuang Millenial dan Kesejahteraan Bangsa”

Pada Hari Sabtu (24/11/2018) di Hotel Grand Sarila Yogyakarta, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bisnis dan Perbankan (STIEBBANK) menggelar Seminar Kebangsaan memperingati hari Sumpah Pemuda dan hari Pahlawan dengan menghadirkan pembicara Aktivis, Politisi, dan Akademisi Dr Yuni Satia Rahayu, SS, M.Hum, Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas Brigjen TNI Muhammad Zamroni, Muhammad Zamroni, dan Anggota Komisi V DPR RI Drs. H.M. Idham Samawi, diskusi dipandu oleh Moderator Agus Setyowidodo, Kepala Bagian Kemahasiswaan dan Kerjasama STIEBBANK Sleman Yogyakarta. Seminar dihadiri oleh Akademisi dan Umum. Diantaranya yang hadir beberapa Dosen dan Staf Akademik STIEBBANK, Mahasiswa dari STIEBBANK serta Mahasiswa Perguruan Tinggi lain diantaranya Uviversitas Proklamasi 45, STIE YKP, UPN Veteran, STIA AAN Yogyakarta, Univ Nahdhatul Ulama, dan beberapa dari PT lainnya.

SK-Web 3

Acara yang digelar di Hotel Grand Sarila Yogyakarta ini diawali dengan Sambutan Ketua Panitia Nara Astuti, dalam sambutannya Nara menyampaikan Acara ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan BEM STIEBBANK dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda  dan Hari Pahlawan. Sebelumnya BEM mengadakan kegiatan Lomba Karya Ilmiah untuk Mahasiswa dimana pemenang lomba akan diumumkan pada acara Seminar ini. Pengambilan tema dalam seminar kebangsaan ini sesuai dengan kondisi Bangsa Indonesia dimana lebih dari 30% penduduknya adalah para pemuda milenial. Sambutan sekaligus membuka Seminar oleh Ketua Sekolah Tinggi Ilmu ekonomi Bisnis dan Perbankan (STIEBBANK) Ir. A.A. Alit Merthayasa, M.S. Dalam Sambutannya Ir. A.A. Alit Merthayasa, M.S. menyampaikan bahwa acara ini sebagai wujud kiprah STIEBBANK dalam rangka mengajak dan meningkatkan wawasan kepada mahasiswa dan masyarakat umum tentang pentingnya semangat kebangsaan dan pentingnya peran pemuda / generasi millenial untuk bertindak dan bekerja nyata dalam pembangunan untuk kesejahteraan Bangsa. Caranya dengan selain belajar / kuliah juga melakukan aktifitas / usaha sesuai dengan bidang dan minatnya masing-masing. Selain belajar, mahasiswa/ generasi muda harus bisa meningkatkan soft skillnya sehingga setiap generasi memiliki keahlian untuk berkontribusi dalam berbagai bidang usaha dalam era Millenial ini. Semantara itu Ketua Dewan Pembina Yayasan Cendekiawan Indonesia Sleman Putu Putrayasa dalam sambutannya menjelaskan wujud kepedulian para civitas akademika kepada bangsa dan negara. “Kepedulian tidak hanya diwujudkan dalam bentuk kemampuan intelektual semata, yang penting adalah karya nyata apa yang bisa kita lakukan untuk bangsa ini,” jelasnya. Beliau juga mengingatkan bahwa kreativitas kita sebagai anak bangsa tidak boleh habis. “Kreativitas tidak akan habis, bisa bernilai, dan menghadirkan devisa,” katanya. Putu Putrayasa juga mengimbau agar para milenial dapat berjuang dengan melalui sesuatu yang produktif. “Seperti usaha, bisnis yang berguna untuk Indonesia. Berjuang kita beda dengan para pahlawan 45 dulu yang pakai senjata,” ucapnya.

Dalam sesi Pertama Seminar dan Diskusi menampilkan 2 Narasumber. Dalam paparan Materinya Materi : Implementasi Nilai-Nilai Nasionalisme dan Patriotisme di Era Milenial,  Brigjen TNI Muhammad Zamroni menyampaikan “ Kita harus lebih mengenali negeri ini dan cintailah negeri ini. Patriotisme sendiri menurut kamus adalah sikap seseorang yang bersedia mengorbankan segala-galanya untuk kejayaan dan kemakmuran tanah airnya,” katanya. Dia juga mengingatkan rasa nasionalisme merupakan salah satu cara menjaga tanah air. “Marilah jaga rasa patriotisme dan nasionalisme dalam menjaga bangsa kita ini,” tambahnya. Sebagai Generasi Muda / Millenial Sikap ini mutlak diperlukan untuk membentengi diri dari hal-hal yang bisa merusak Kesatuan dan Persatuan bangsa. Dengan Pemahaman yang tinggi akan pentingnya rasa Persatuan, kebangsaan dan Patriotisme, bisa menyaring informasi yang saat ini terakses tanpa batas di Era internet / globalisasi baik melalui medsos dan media maya lainnya. Pemahama dan kemampuan untuk memilah mana kebenaran informasi dan mana yang “HOAX” sangat diperlukan untuk tidak saling bermusuhan, saling merasa benar dan menghindar dari adu domba. Dengan demikian diharapkan selalu mengedepankan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan individu atau golongan.

47183370_10205001515635052_6739350410990977024_n

Semantara itu Narasumber kedua Yuni Satia Rahayu pada paparannya mengangkat tema Pejuang Milenial dan Kesejahteraan Bangsa mengingatkan akan pentingnya sejarah. “Bagaimana kita mempertahankan negara ini kalau kita tidak mau belajar sejarah dan sering membaca Buku. Kadang sejarah hanya dilihat hanya sebagai masa lalu, namun sebenarnya sejarah juga akan bisa melihat masa depan,” katanya. Yuni juga menyampaikan peran pemuda saat ini sangat penting, termasuk para penggerak reformasi. “Apa yang bisa dilakukan pemuda, setelah reformasi ini pemuda malah seperti kehilangan orientasi, apa yang harus mereka lakukan setelah reformasi, masih banyak yang harus dilakukan pemuda setelah reformasi, tugas pemuda belum selesai hari ini,” tambahnya. Mantan Wakil Bupati Sleman ini juga mengingatkan kepada para mahasiswa yang hadir pada acara seminar kebangsaan ini agar dapat mengikuti berbagai acara seminar dan berorganisasi.

Acara seminar kebangsaan ini dilanjutkan ke sesi kedua yang menghadirkan Drs. H.M.   Idham Samawi yang merupakan Anggota Komisi V DPR RI sebagai narasumbernya. Dalam materinya beliau memaparkan kembali tentang sejarah-sejarah kepahlawanan Bangsa Indonesia, dimana kemerdekaan Bangsa Indonesia ini tidak lepas dari dari peran pemuda pada waktu itu yang gigih dalam berjuang dan mendesak kemerdekaan, sampai setelah kemerdekaan pun pemuda juga mempunyai peran penting dalam mengawal Negara ini. H.M  Idham Samawi yang merupakan mantan Bupati Kabupaten Bantul inipun mengingatkan kembali tentang ideologi bangsa yaitu Pancasila. Ideologi yang mencakup 5 aspek penting yang mewakili kondisi Bangsan Indonesia dari Sila Pertama sampai Kila Kelima.

SK-Web 4

Acara diakhiri sampai pk 14.00, dengan diselingi beberapa performance dari Paduan Suara STIEBBANK, beberapa kesenian Tari dari Mahasiswa STIEBBANK dan Pengumuman dan pemberian Hadiah Lomba Karya Ilmiah oleh Waket Bidang 1 Akademik Eni Munarsih, S.Pd, M.Sc.

About admin