Informasi Kampus
Home / Artikel / Strategi Bisnis Perbankan

Strategi Bisnis Perbankan

strategi-bisnis-perbankan

Strategi Bisnis Perbankan adalah salah satu yang menjadi kunci keberhasilan sebuah bank untuk bisa terus ikut dalam persaingan global yang terus memanas dan menjadikan bank harus bergerak dinamis memadankan diri diantaran gerakan persaingan yang juga semakin ketat. Nasabah juga sekarang ini telah menjadi semakin kritis dan tidak seperti dulu lagi yang semata-mata cuma ingin menabung saja tanpa adanya pemeriksaan terhadap kebijakan bank tempat nasabah menabung. Oleh sebab itu, disini akan dibahas mengenai strategi pemasaran yang baik agar suatu bank bisa bersaing dengan baik ditengah persaingan global antar bank lokal maupun internasional.

Dalam kaitannya dalam persaingan, pelayanan yang digunakan pihak bank untuk menggandeng para nasabah masih menjadi kunci utama keberhasilan. Oleh sebab itu tiap bank yang ingin tetap bersaing dengan mulus masih tetap mempertahankan keramahan mulai pelayanan serta keakuratan pelayanan terutama dalam pelayanan online. Akan ditingkatkan juga sistem keamanan data mulai dari para nasabah agar tidak bisa dijebol oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

1. Mengkolaborasikan diri dengan pelanggan atau nasabah
Mengkolaborasikan yang dimaksudkan disini adalah bagaimana pelanggan ataupun nasabah akan dianggap benar-benar sebagai rekan kerja oleh bank & memang diperlakukan seperti itu dan bukannya diperlakukan lebih rendah oleh bank sesampai nasabah juga merasa dirinya penting dengan ikut ambil bagian dan mengambil peran dalam menentukan arah kerja & saran, kritikan, bahkanpun gagasan kebijakan yang sekiranya akan diambil oleh bank. Bukan dalam artian lalu bank akan ditentukan secara mutlak oleh nasabah, akan tetapi hal itu akan menjadi suatu bentuk penghargaan kepada nasabah dimana nasabah merasa menjadi lebih memiliki terhadap bank sebab mereka sendiri ikut ambil bagian dalam menentukkan jalannya transaksi dengan bank.

2. Pentingnya strategi bisnis
Mengapa strategi bisnis bank menjadi sangat penting? Strategi bisnis ini jika mengalami kegagalan akan menjadikan sebuah bank kehilangan kesempatan untuk mengembangkan bisnis & melebarkan sayapnya, kehilangan kesempatan buat berinvestasi & mendapatkan keuntungan yang lebih besar lagi, kehilangan kepercayaan mulai pelanggan, bahkan juga kadang bisa menghambat jalannya aktivitas perbankan dalam jangka panjang. Oleh sebab itulah, strategi bisnis harus disusun dan direncanakan dengan baik sesampai bisa menutupi kekurangan yang ada dengan strategi bisnis yang tepat & baik dalam menjalankan pelaksanaannya.

Untuk menilai baik atau tidaknya sutau strategi, tentu saja diperlukan beberapa hal yang menjadi tolok ukur atau pembanding. padahal dalam teorinya, ada banyak sekali proses yang digunakan untuk bisa menilai suatu strategi sudah baik atau belum. Salah satu yang banyak digunakan dan memang sudah cukup dikenal keefektivannya adalah teori mulai Rumelt yang memperkenalkan tentang konsonan, keuntungan, feasibility, & konsistensi.

Teori yang ke-1, yaitu konsonan, adalah kemampuan agar bisa melihat peluang bisnis sekarang & di masa depan, memperkirakan kira-kira masalah apa yang akan banyak terjadi di masa yang akan datang. Misalnya bank yang menawarkan asuransi kesehatan & pendidikan untuk seluruh keularga dengan pola cicilan yang murah. Hal ini tentu saja tidak cuma menjangkau kalangan atas saja untuk memanfaatkan & menggunakan asuransi, bahkan pun bisa menjangkau & memperluas pangsa pasar di kalangan middle. dan juga seiring dengan majunya pendidikan, masyarakat lebih semakin sadar dengan pentingnya asuransi sampai di masa yang akan datang, asuransi akan menjadi hal yang banyak dicari.

Teori yang ke-2 adalah keuntungan. Pada teori yang kedua ini akan memanfaatkan kemampuan manajemen perbankan sebisa mungkin meminimalisir kelemahan atau kerugian perusahaan & memaksimalkan keuntungan. Salah satu contohnya dengan memberikan kredit yang seluas-luasnya kepada peserta kredit mikro mengingat sebagian besar mulai masyarakat Indonesia ini adalah masyarakat dengan golongan penbisaan menengah ke bawah. Oleh sebabnya, kredit mikro ini akan menjadi sangat penting & juga bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan nasabah lebih banyak juga.

Teori ke-3, feasibility adalah kemampuan bank untuk bisa berubah dengan baik dan focus ke satu hal yang memang menjadi highlight mulai bank tersebut. padahal yang keempat adalag konsistensi, adalah bagaimana strategi bisnis bank bisa diimplementasikan dengan baik. (hry)

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*